Thursday, October 20, 2016

Menjaga Kesehatan Otak dengan Ultrasonik

Menurut National Center for Biotechnology Information mengatakan bahwa efek dari penuaan otak dapat menyebar yakni mulai dari perubahan ukuran otak, pembuluh darah, hingga perubahan dalam hal lainnya. Peneliti mungkin telah menemukan metode baru untuk memperlambat proses ini melalui hippocampus. Hippocampus adalah sebuah area di otak yang bertanggung jawab dalam mempelajari sesuatu dan sebagai penyimpan memori, yang terus menyusut dari waktu ke waktu.  

Sebuah penelitian terbaru dari Univeristy of Queensland menunjukkan bahwa ultrasonik, atau terapi gelombang suara dapat mengurangi penyusutan pada bagian hippocampus dari seekor tikus percobaan, yang kemudian menyarankan dengan menggunakan teknologi ultrasonik, kita dapat memperlambat proses penuaan pada otak yang sehat, menurut sebuah pernyataan.

Selama periode enam minggu, para peneliti memberikan salah satu dari enam perawatan pemindaian ultrasonik pada tikus dan meninjau struktur sel dan fungsi otak pada tikus selama dua jam, satu hari, satu minggu dan tiga bulan setelah menerima perawatan tersebut.

“Kami menemukan bahwa hal tersebut jauh dari menyebabkan kerusakan pada otak yang sehat, bahkan perawatan ultrasonik kemungkinan memiliki potensi yang menguntungkan untuk kesehatan otak pada saat tua nanti,” kata Dr. Hatch. “Dalam sebuah otak yang normal struktur sel saraf di hippocampus, area otak yang penting digunakan untuk mempelajari dan mengingat sesuatu akan berkurang seiring bertambahnya usia. Dan apa yang kita temukan ketika kita memberikan perawatan Ultrasonik pada tikus dapat mencegah pengurangan struktur ini, yang kemungkinan dapat digunakan pula pada kita agar kita dapat menjaga struktur otak yang lebih muda ketika kita menua,” tambah Dr. Hatch.

Tahun lalu, kelompok peneliti yang sama menemukan bahwa perawatan menggunakan teknologi ultrasonik non-invasif dapat menyembuhkan penyakit  Alzheimer pada tikus. Penemuan baru yang menemukan proses memperlambat penuaan otak sebenarnya ditemukan secara tidak sengaja.

“Secara kolektif, penelitian ini secara fundamental mengubah pemahaman kita tentang tidak hanya bagaimana mengobati Alzheimer tapi juga untuk menjaga kesehatan otak secara luas,” kata Dr. Hatch. “Hal ini juga dapat menekan permasalahan kesehatan pada masyarakat dan sudah jelas bahwa teknologi ultrasonik memiliki peran penting dalam hal tersebut.”*nationalgeographic

Beginilah Makanan di Jepang Membuat Sehat dan Panjang Umur


Bila anda ingin melihat contoh orang-orang dengan umur panjang. Pergilah ke negara matahari terbit yaitu Jepang.

Anda akan menemukan banyak sekali  orang-orang tua berwajah keriput namun masih sangat sehat. Bahkan saat ini rekor manusia tertua masih dipegang oleh wanita Jepang yang berumur 116 tahun.

Beberapa penelitian kesehatan, penduduk Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Tingkat obesitas di Jepang hanya 3,5 persen dari total penduduk. Tingkat kanker payudara, kanker postat dan penyakit mematikan nomor 1 seperti jantung pun lebih rendah.

Inilah beberapa makanan dan minuman yang mereka konsumsi sehingga mereka mendapatkan usia yang seperti itu:

Rumput Laut
Serat pangan dari laut ini banyak di konsumsi di Jepang. Rumput laut adalah salah satu makanan yang memiliki zat antioksidan yang tinggi di dalamnya sehingga mampu menghambat penyerapan lemak dalam tubuh.

Manfaat lain dari rumput laut yaitu mampu meningkatkan pengolahan lemak dalam tubuh hingga 4 kali lipat, maka cocok buat kamu yang ingin menurunkan berat badan.

Ikan
Orang Jepang sangat suka makan ikan. Ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Tidak hanya memperlancar aliran darah, ikan juga bermanfaat untuk kesehatan otak, mata, dan mengurangi inflamasi atau peradangan.

Hal ini dapat mencegah radang sendi, penyakit jantung, hingga Alzheimer yang umumnya muncul di usia tua.

Teh hijau
Bagaimanapun penyajiannya, teh itu sehat. Jargon ini sudah sangat terkenal di Jepang dan sudah diterapkan benar-benar oleh penduduknya. Apalagi konsumsi jenis teh hijau.

Teh hijau, khususnya matcha banyak mengandung jenis flavanol yang disebut catechin. Zat tersebut dapat menjaga antioksidan dalam tubuh.

Selain itu, matcha juga mengandung zat theanine dalam jumlah tinggi. Zat ini memberikan efek relaksasi pada pikiran dan membantu melindungi efek negatif dari stres.

Secara umum, matcha dipercaya dapat mencegah penyakit degeneratif seperti penyakit Alzheimer, jantung, hingga kanker.

Karbohidrat Bukan Hanya Dari Nasi
Orang Jepang tidak sering mengkonsumsi nasi, mereka memiliki banyak sumber karbohidrat yang mudah ditemui di Indonesia. Contohnya kentang, ubi, udon (mie dari beras), soba (mie dari tepung gandum) dan sereal.

Di Jepang, ubi bakar dijual dengan harga cukup mahal yaitu sekitar ¥400 atau 40ribu rupiah. Berbeda dengan Indonesia, ya! Ubi dijual dengan harga 15-20ribu per kilogram. Nah, oleh karena itu orang Jepang lebih menghargai ubi dan mereka bangga mengkonsumsinya.

Acar
Acar juga menjadi makanan sehari-hari di Jepang. Acar merupakan hasil fermentasi sayuran yang bisa menjadi sumber probiotik alami. Biasanya acar terdiri dari wortel dan menitum.

Probiotik tentunya sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, membantu penyerapan nutrisi dari makanan yang kita makan.

Facebook

Visitors